Senin, 17 Februari 2014

laporan prakerin nizar burhanudin

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Pemilihan Tempat Prakerin
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PT New Ratna Motor merupakan salah satu dari 5 jaringan utama PT Toyota Astra Motor yang merupakan Agen Tunggal Pemegang Merek Toyota di Indonesia dalam memasarkan produk Toyota untuk wilayah Jateng dan DIY melalui jaringan Nasmoco Group.
Untuk memberikan total pelayanan kepada pelanggan, PT NewRatna Motor melalui jaringan Nasmoco Group tidak hanya fokus pada penjualan unit mobil melainkan juga pada layanan purna jual yaitu jasa bengkel (perbaikan kendaraan) dan spare part (penyediaan suku cadang). Nasmoco Kredit dan Nasmoco Proteksi akan memberikan kemudahan serta kenyamanan pelanggan dalam bertransaksi dengan kami untuk memiliki ataupun menikmati kendaraan Toyota.
PT New Ratna Motor melalui jaringan Nasmoco Grouptelah memiliki 17 cabang/dealer dengan layanan penjualan unit kendaraan, service dan penyediaan spare part (VSP-Vehicle, Service dan Parts) yang tersebar di hampir seluruh kota-kota besar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
VISI
Menjadi pelaku bisnis dibidang otomotif yang profesional, berkualitas dan sebagai pemimpin pasar di era global.
MISI
Meningkatkan profesionalisme karyawan dengan berbasiskan tehnologi modern untuk memberikan totalitas kepuasan pelanggan dan menghasilkan keuntungan yang optimal bagi pemegang saham. Terus berusaha meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta ikut berperan dalam kepedulian lingkungan dan sosial.

KEGIATAN USAHA



Kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT New Ratna Motor melalui jaringan Nasmoco Group memasarkan produk Toyota untuk wilayah Jateng dan DIY. Nasmoco Group tidak hanya fokus pada penjualan unit mobil melainkan juga pada layanan purna jual yaitu jasa bengkel (perbaikan kendaraan) yang terdiri dari devisi body dan paint, dan devisi general repair. Serta melayani spare part (penyediaan suku cadang).
PT New Ratna Motor memiliki tujuan untuk memimpin pasar otomotif Indonesia dengan penjualan unit mobil toyota tersebut dengan konsep mengutamakan kepuasan pelanggan. Dan memiliki visi kedepan untuk menjadi perusahaan yang mampu menyediakan jasa aftersales terdepan di Indonesia.

Tujuan
Selain untuk mengisi waktu liburan kenaikan kelas, prakerin ini juga bertujuan menambah pengalaman siswa di dalam bidangnya, serta dapat mengenal lebih jauh lagi dunia industri. Sehingga, para siswa setelah lulus dapat bersaing di dunia industri.

Latar Belakang Pengambilan Masalah
Didunia ini banyak manusia yang memakai atau menggunakan kendaraan bermesin. Dan saat ini banyak kecelakaan yang timbul dari kesalahan atau troble sistem rem. Maka dari hal itu, tema yang diangkat penulis yaitu Perawatan Sistem Rem.

Tujuan Penulisan Laporan
Laporan ini bertujuan membandingkan sejauh mana teori yang diberikan di bangku sekolah dengan pengoprasian di dunia industri yang ditempati, serta untuk memberitahu Bapak/Ibu guru yang mengajar diklat tersebut, tentang kegiatan-kegiatan siswa selama melaksanakan prakertin.


BAB II
PEMBAHASAN MATERI

Pengertian Rem
Rem merupakan bagian kendaraan yang sangat penting dalam mendukung aspek keamanan berkendaraan, yang berfungsi :
Mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan.
Memungkinkan parkir ditempat yang menurun.
Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan yang aman.

B.     Prinsip Dasar Rem
    Merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistim gabungan penekanan melawan sistim gerak putar. Efek pengereman diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua benda



Macam-Macam Rem
    Rem yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa macam, yaitu :
~ Rem kaki ( Foot brake ), dioperasikannya menggunakan kaki untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan.
~     Rem Parkir (Parking brake ) untuk menahan kendaraan supaya tidak mudah bergerak pada saat parkir.
~ Rem tambahan ( auxiliary brake ) untuk membantu rem kaki, umumnya    digunakan pada kendaraan besar dan berat.

Rem kaki dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
Hydrolis ( Hydraulic brake ),
        Konstruksinya lebih sederhana tapi lebih responsive
Pneumatis ( Pneumatis Brake )
        Konstruksinya rumit, karena harus menggunakan kompresor
        untuk menghasilkan udara bertekanan.
Prinsip Dasar Kerja Rem Kaki
Berdasarkan hukum pascal : Tekanan zat cair akan diteruskan ke segala arah dengan tekanan yang sama besar.
Tekanan dibangkitkan oleh master silinder dan diteruskan ke pipa – pipa saluran dan ke silinder roda.

Cara Kerja Rem
Saat pedal rem tidak diinjak, piston cup terletak diantara inlet port dan compensating port. Sehingga terdapat dua saluran antara cylinder dan resevoir tank.
Saat pedal rem diinjak, piston bergerak ke kanan dan piston cup menutup compensating port, Sehingga menyebabkan tekanan hydrolis didalam silinder bertambah dan tekanan ini diteruskan ke wheel silinder.
 
Komponen-Komponen Rem
Komponen-komponen yang ada pada sistem rem, yaitu :
Pedal rem
Boster rem
Master silinder
Katup P
Flexible hose
Tuas rem parkir/rem tangan
Rem cakram
Rem tromol

Pedal Rem adalah komponen pada sistem rem yang dimanfaatkan oleh pengemudi untuk melakukan pengereman. Fungsi pedal rem memegang peranan yang penting didalam sistem rem. Tinggi pedal harus dalam tinggi yang ditentukan. Jika terlalu tinggi, diperlukan waktu yang lebih banyak bagi pengemudi untuk menggerakkan dari pedal gas ke pedal rem, yang mengakibatkan pengereman akan terlambat. Sebaliknya jika tinggi pedal terlalu rendah, akan membuat jarak cadangan yang kurang yang akan mengakibatkan gaya pengereman yang tidak cukup. Pedal rem  juga harus mempunyai gerak bebas yang cukup. Tanpa gerak bebas ini, piston master silinder akan selalu terdorong keluar dimana mengakibatkan rem akan bekerja terus dikarenakan adanya tekanan hidrolis yang terjadi pada sistem rem. Disamping itu, harus terdapat jarak cadangan pedal yang cukup pada waktu pedal rem ditekan.

Booster rem merupakan satu komponen pada sistem yang dipasangkan menjadi satu dengan master silinder dan setelah pedal rem, yang berfungsi untuk mengurangi tenaga yang diperlukan pengemudi dalam pengereman.
Komponen – komponen boster rem :
Piston,
2. Diaphragm spring,
3. Push rod,
4. Diaphragm,
5. Air cleaner element,
6. Vacuum.
 
Master Silinder mengubah gerak pedal rem ke dalam tekanan hidrolis. Master silinder terdiri dari resevoir tank yang beri minyak rem, demikian juga piston dan siliner yang membangkitkan tekanan hidrolis.
Master silinder ada 2 type yaitu :
Tipe Tunggal : Tipe plungger, Tipe konvensional dan tipe portles.
Tipe Ganda : Tipe ganda konvensional dan tipe double konvensional.

Katup P (Propotioning Valve/Katup Pengimbang) berhubung rem depan membutuhkan tenaga pengereman yang lebih besar dari rem – rem belakang sehubungan dengan pemindahan berat kendaraan yang terjadi pada waktu melakukan pengereman yang kuat.
 
Pipa – pipa rem berfungsi untuk menyalurkan minyak rem dari master silinder ke ke rem.

Flexible hose/slang flesible menghubungkan pipa rem dan rem roda untuk mengimbangi gerakan suspensi.
Tuas rem parkir/rem tangan dan kable rem tangan berfungsi untuk mengerem roda – roda belakang secara mekanis melalui batang penghubung dan kabel – kabel. Juga untuk parkir kendaraan pada jalan turun / mendaki. Cara kerja rem parkir dengan menarik tuas rem parkir, maka rem bekerja melalui parking brake cable, intermadiate lever, pull rod, equalizer, parking brake cable kiri dan kanan. Rem parkir menurut mekanisnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu tipe roda belakang dan tipe center (pada output transmisi).

TIPE – TIPE TUAS REM PARKIR

~ Lever type, biasanya digunakan pada kendaraan penumpang dan kendaraan                                  commercial.
~ Stick type, biasanya digunakan pada kendaraan commercial.
~ Pedal type, biasanya digunakan pada kendaraan penumpang dan kendaraan mewah, cara membebaskannya menggunakan pedal.
TIPE-TIPE REM PARKIR
SHARING TROMOL
Tipe ini digabung dengan rem kaki. Hubungannya dilakukan secara mekanik dengan sepatu rem atau pad rem. Kendaraan dengan rem tromol. Pada tipe rem parkir ini, sepatu rem akan mengembang oleh brake lever dan shoe strut.


Mekanisme rem parkir disatukan dalam caliper rem. Gerakan tuas menyebabkan levershaft berputar, dan mengakibatkan spindle menggerakkan piston untuk mendorong pad menjepit disc.

SHARING CAKRAM

DEVOTED
Rem parkir tipe devoted, digunakan pada mobil yang menggunakan rem belakang model cakram. Pada tipe ini cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir tromol.




Tipe ini banyak digunakan pada kendaraan komersial ( niaga ).
Tipe ini adalah salah satu tipe rem parkir tipe tromol yang dipasangkan diantara transmisi dan propeller shaft.

CENTER BRAKE

Rem Cakram/Rem Piringan untuk memberi gaya pengereman kepada roda – roda depan.
Rem piringan walaupun banyak jenis rem piringan prinsip kerjanya adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidrolis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan.
Rem piringan efektif karena rotor piringannya terbuka terhadap aliran udara yang dingin dan karena rotor piringan tersebut dapat membuang air dengan segera. Karena itulah gaya pengereman yang baik dapat terjamin walau pada kecepatan tinggi. Sebaliknya berhubung tidak adanya self servo effect, maka dibutuhkan gaya pedal yang lebih besar dibandingkan dengan rem tromol. Karena alasan inilah booster rem biasanya digunakan untuk membantu gaya pedal.
Bagian – bagian rem piringan :
Pen Utama dipasang pada plat penahan memberi tempat bagi kaliper dan memungkinkan silinder bergerak mundur maju di dalam bushing. Pen diberi perapat untuk mencegah masuknya debu dan air,
Pad Rem Piringan menjepit rotor piringan dengan menggunakan piston pada silinder guna menciptakan gesekan yang menyebabkan terjadinya pengereman,
Rotor Piringan dipasang pada hub as, berputar bersama roda,
Lobang Pembuang untuk membuang udara yang masuk kedalam kedalam saluran udara,
Kaliper Rem Piringan melindungi piston dalam silinder dan menekan pad terhadap rotor piringan tatkala piston terdorong oleh tekanan hidrolis,
Sub Pen yang terpasang pada plat torgue, bersama – sama denga pen utama, memberi tempat kepada silinder dan memungkinkan silinder bergerak mundur maju melalui bushing,
Plat Penahan terpasang pada bagian dari as, menunjang gerakan silinder yang terjadi pada saat pad menjepit rotor piringan.

TIPE - TIPE REM CAKRAM (DISC BRAKE)
 FIXED TYPE / DOUBLE PISTON
Pada tipe ini daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis dari kedua sisi disc


FLOATING CALIPER TYPE
Pada tipe ini hanya terdapat satu piston. Tekanan hidrolis dari master cylinder mendorong piston ( A ) dan selanjutnya menekan disc. Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad ( B ) menyebabkan caliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah pengereman



Rem Tromol memberikan tenaga pada roda – roda belakang baik secara hidrolis maupun mekanis.
Fungsi Rem Tromol menggunakan sepasang sepatu yang menahan bagian dalam dari tromol yang berputar bersama – sama dengan roda, untuk menghentikan kendaraan. Walaupun terdapat berbagai cara pengaturan sepatu rem, jenis leading dan trailing yang paling banyak dipakai pada kendaraan penumpang dan kendaraan komersial.
Rem Tromol tahan lama karena adanya tempat gesekan yang lebar diantara sepatu dan tromol, tetapi penyebaran panas agak lebih sulit dibanding dengan rem piringan karena mekanismenya yang agak tertutup. Karena itu rem tromol hanya dipakai pada roda – roda belakang yang tidak begitu banyak memerlukan tenaga pengereman.
Bagian – bagian rem tromol :
Plat penahan dipasang pada rumah as belakang bertugas menahan silinder roda dan sepatu rem bagian yang tidak berputar;
Silinder roda menekan sepatu rem pada tromol dengan tekanan hidrolis master silinder;
Pegas pembalik sepatu menarik sepatu rem ke posisi semula untuk membebaskannya dari tromol sesaat injakan pedal dilepaskan;
Sepatu rem ditekan terhadap bagian dalam tromol;
Pen pegas penahan sepatu;
Tromol rem yang dipasang pada poros as, berputar bersama – sama roda;
Tuas sepatu rem tangan menekan sepatu pada tromol;
Tuas penyetel.




Tipe – Tipe Rem Tromol
Rem tromol mempunyai 6 tipe, yaitu :
Satu wheel cylinder dengan dua piston yang mendorong brake shoe bagian atas untuk menekan tromol. Pada bagian leading shoe lebih cepat habis dibanding bagian trailing shoe.
Leading and Tailing

Two Leading
Tipe ini mempunyai dua wheel cylinder yang masing – masing memiliki satu piston. Keuntungan : pada saat kendaraan bergerak maju kedua sepatu rem, menjadi leading sehingga rem menjadi lebih pakem.

Tipe ini mempunyai dua wheel cylinder yang masing – masing memiliki dua piston. Efek pengereman yang terjadi sangat baik pada saat kendaraan maju maupun mundur.

Dual Two Leading

Uni-Servo
Tipe ini mempunyai satu wheel cylinder dengan satu piston dan pada Adjusting silinder dapat bergerak bebas. Keuntungan : Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading. Kerugiannya : saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing.





Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe Uni Servo. Jadi rem jenis ini menggunakan satu wheel cylinder dengan dua piston dan adjusting cylinder yang dapat bergerak bebas. Sehingga pada saat kendaraan bergerak maju atau mundur kedua sepatu rem berfungsi sebagai leading shoe.

Duo-Servo
                                
Tipe ini mempunyai satu wheel cylinder dengan dua piston. Brake shoe bagian bawah diikat menggunakan pin. Jika dilakukan pengereman dalam kondisi seperi gambar ( arah panah ), maka primary shoe akan bekerja sebagai leading shoe dan secondary shoe akan bekerja sebagai trailing.

Anchor Pin


Penyetelan Celah Sepatu Rem
Rem Tromol
Saat rem parkir bekerja, maka tuas tertarik ke kiri. Pada saat yang bersamaan, tuas penyetel akan berputar searah jarum jam mengelilingi pin tempat sepatu rem terpasang, memutarkan adjusting screw.

Pada saat celah mencapai harga standar(celah sepatu rem dengan tromol ±0,5 mm) maka adjusting lever hanya berberak sedikit(tidak dapat mengait gigi adjusting screw ). Sehingga celah sepatu rem tetap.




Rem Cakram
Celah normal :
Celah terlalu besar :
Jika pad kita sudah aus, bila rem dioperasikan maka gerakan piston akan lebih jauh, tetapi besarnya deformasi seal tetap. Jika pedal dilepaskan, maka piston akan kembali dengan jarak yang sama besar dengan deformasi seal dan celah celah rem telah disetel.
Bila rem dioperasikan, maka piston seal membentuk elastis seperti gambar. Bila pedal rem dilepas, piston seal akan kembali ke bentuk semula. Dan menarik piston kembali. Besarnya deformasi seal sama dengan celah pad kit terhadap rotor.

Celah yang tidak tepat dapat menyebabkan :
~  Jika terlalu besar akan menyebabkan keterlambatan dalam pengereman
~  Jika terlalu kecil, rem akan macet
~  Jika tidak sama akan menyebabkan kendaraan tertarik kesatu arah










BAB III
METODE PENELITIAN

Waktu dan Lokasi Praktik Kerja Industri
Prakerin ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Yang dimulai pada tanggal 26 Juni 2013 hingga 14 September 2013 di PT. NASMOCO Jl. Raya Kaligawe km 05 Semarang

Observasi
    Observasi atau pengamatan yang dilakukan di lapangan secara langsung. Dengan dilakukan praktek untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah atau trobel yang dihadapi.

Bimbingan Guru Pembimbing
Guru pembimbing memberikan materi teori dan praktek untuk persiapan terjun di dunia industri.

Bimbingan Instuktur Lapangan
Instruktur lapangan membimbing, menjelaskan dan membantu menyelesaikan trouble-troble yang dihadapi.










BAB IV
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Rem merupakan bagian pengaman pada mobil. Oleh karena itu, kontrol hidroliknya dengan cermat. Kerusakan–kerusakan harus diperbaiki dengan segera. Jangan menunda waktu. Karena sangat berakibat fatal bagi pengendara dan penumpang.

Pembahasan
Perawatan pada sistem rem secara ringan seperti berikut :
Pemeriksaan Awal
Periksa gerak bebas pedal rem. Gerak bebas yang besar disertai tahanan pedal yang ringan menunjukkan bahwa udara ada dalam sistem hidraulis.
Periksa apakah sil primer silinder master bocor. Untuk ini, tekan pedal rem dengan gaya kecil dan pelan. Jika pedal rem dapat ditekan sampai pembatasnya, sil primer. bocor.

 

Periksa batas permukaan cairan rem pada reservoir silinder master.





Ada dua penyebab batas permukaan yang terlalu rendah  :
Keausan pada kanvas Rem
    Makin aus kanvas rem, makin keluar posisi torak silinder roda, sehingga cairan rem pada silinder roda bertambah. Akibatnya, tinggi batas permukaan pada reservoar berkurang.
Kebocoran pada sistem rem hidraulis, yang harus langsung diperbaiki.
Jangan menambah cairan rem, jika belum diketahui penyebab batas permukaan yang terlalu rendah!!!
Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem ( Booster ), ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Untuk itu, lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. Jika berbau cairan rem, lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. Periksa juga disekeliling flens silinder master pada penguat vakum. Jika
Pemeriksaan Kebocoran Pada Silinder Master
basah oleh cairan rem, sil sekunder bocor. Jika ada cairan rem didalam penguat tenaga rem, alat tersebut harus dibersihkan / dioverhaul.




Periksa pipa – pipa rem. Apabila bocor atau berkarat keras, pipa rem harus diganti
Periksa slang – slang rem. Jika permukaannya retak atau tergores, slang harus diganti.

Pemeriksaan Saluran Dan Slang Rem
Perhatikan pada pemasangan slang rem, jangan bersinggungan dengan roda. Periksa hal tersebut, juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok.






Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster)
Tekan pedal rem beberapa kali, pada saat motor mati.
Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Kalau penguat tenaga berfungsi, pedal akan menurun sedikit, selama tahap tersebut.
Kontrol ini harus dilaksanakan, kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan / pengereman mobil yang cukup.


Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. Pada tahap ini, pada pedal tidak boleh ada reaksi. Jika pedal akan terdorong kembali, katup anti – balik pada penguat tenaga harus dibersihkan / diganti.
Pembuangan Udara Pada Sistem Hidroulis
Pekerjaan ini harus dilaksanakan, jika tahanan pedal ringan karena kemasukan udara pada sistem hidroulis. Udara masuk waktu sistem hidraulis terbuka, atau melalui sil sekunder silinder master yang bocor.
Setiap silinder rem biasanya dilengkapi dengan sekrup pembuang. Pada kaliper rem cakram kadang – kadang ada lebih dari satu sekrup pembuang (Mercedes, Volvo, BMW).

Sekrup pembuang mempunyai lubang. Pada saat sekrup kendor, lubang tersebut berhubungan dengan silinder rem, maka cairan rem dan udara mengalir keluar jika pedal rem ditekan.


Kepala sekrup pembuang tertutup dengan karet, untuk mencegah lubang pembuang tersumbat kotoran/karatan. Jangan lupa memasang karet penutup setelah pembuangan udara! Sekrup pembuangan yang tersumbat dapat dibersihkan dengan angin.
Gunakan selalu kunci ring untuk membuka/menutup sekrup pembuang.
Pada silinder rem dari alumunium, sekrup pembuangannya sering macet. Untuk mencegah sekrup patah pada saat melepas, panaskan dahulu dengan brander.


Cara Pembuangan Udara / Penggantian Cairan Rem
Minta seseorang untuk memompa pada pedal rem.. Selama pemompaan, buka sekrup pembuang dan perhatikan cairan rem yang keluar melalui slang. Jika tidak ada lagi gelembung udara dalam cairan rem yang keluar, tutuplah sekrup. pembuang.

Isi reservoir dengan cairan rem.
Mulai pada aksel belakang. Pasang kunci ring dan slang plastik yang berhubungan dengan kaleng pada sekrup pembuang.


Isi lagi cairan rem, kemudian buang udara pada silinder rem berikit, dan seterusnya.
Setelah pembuangan, kontrol apakah tahanan pedal rem teratur/keras. (Tidak boleh lembut).
Jika tahanan pedal keras, tetapi langkahnya terlalu panjang, sepatu–sepatu rem harus distel.


Tambah cairan rem sampai tanda maksimum.
Bagaimana, kalau hasil pembuangan udara tidak teratur  ?
Ulangi pembuangan dan buang juga udara pada sambungan – sambungan silinder master
Pembuangan akan lebih lancar, kalau aksel yang dikerjakan terangkat sampai silinder roda mencapai tinggi yang sama dengan tinggi reservoir
Jika jumlah cairan rem yang keluar pada sekrup pembuang sedikit, bersihkan lubang pembuang pada sekrup tersebut dengan udara tekan.
Jika sil sekunder pada silinder master bocor, selama pemompaan, pada setipa langkah pelepasan pedal, udara dapat diisap melalui sil tersebut.













BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Rem merupakan bagian kendaraan yang sangat penting dalam mendukung aspek keamanan berkendaraan, yang berfungsi :
Mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan.
Memungkinkan parkir ditempat yang menurun.
Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan yang aman.
Rem merupakan bagian pengaman pada mobil. Oleh karena itu, kontrol hidroliknya dengan cermat. Kerusakan–kerusakan harus diperbaiki dengan segera. Jangan menunda waktu. Karena sangat berakibat fatal bila tetap dioperasikan.

B.-Saran
Semoga hasil penelitian ini dapat dipergunakan dalam proses perawatan komponen sistem rem.
Agar penelitian ini dapat diteliti lebih jauh demi peningkatan ilmu pengetahuan.
Semoga menambah wawasan bagi pembaca.
Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, maka penulis berharap pembaca bisa memberi saran dan kritikan untuk laporan ini.







DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Technical Service Training. PT. ASTRA INTERNATIONAL. Jakarta.
Suwarto, Toto, Break System. Kawanan Pustaka. Jakarta. 2005.
Maran, D. Zevy, Peralatan Bengkel Otomotif (Konstruksi dan Penggunannya). Andi offset. Jogyakarta. 2003.
Suprapto, S.Pd. Alotor Otomotif. Solo. 2003.